CgAi70iWShD0m9VqH1PKnZAfEsE
Tampilkan postingan dengan label Kaos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaos. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

KAOS Islamic Centre Samarinda

Kaos Islamic Centre Samarinda
Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.[rujukan?] Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.
Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.
Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun. Untuk informasi lebih lengkap tentang Masjid Islamic Center Samarinda
READ MORE - KAOS Islamic Centre Samarinda

Selasa, 19 Maret 2013

KAOS PS Barito Putera

KAOS PS BARITO PUTERA
PS Barito Putera (singkatan dari: Persatuan Sepak Bola Barito Putera) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. yang bermain di Liga Super Indonesia di musim 2013 .Pada Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persita Tanggerang 2-1 di Stadion Manahan Solo. Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin dan kota tetangga Martapura FC yang mulai berlaga di Divisi III PSSI. Karena tidak memadainya stadion 17 Mei untuk digunakan sebagai homebase pada Musim 2013 Liga Super Indonesia untuk sementara (karena ingin di renovasi), maka untuk sementara home base dipindah ke Stadion Demang Lehman (dulu Stadion Indrasari) yang lebih representatif.
Pertandingan semifinal lawan Persib di Divisi Utama Liga Indonesia 1994/1995 itu merupakan pertandingan yang tak terlupakan tidak hanya bagi seluruh pemain, tapi juga bagi seluruh warga Kalimantan Selatan dan Tengah. Meski akhirnya kalah 0-1 oleh gol sundulan kepala Kekey Zakaria, kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun Barito Putera pulang disambut bak pahlawan. Manusia menyemut sepanjang 30 km mulai dari Bandara Syamsuddin Noor hingga ke tengah kota Banjarmasin.
READ MORE - KAOS PS Barito Putera

Kamis, 08 November 2012

Desain Kaos Alumni SMP N 1 Prembun

KAOS ALUMNI SMP N 1 PREMBUN
Sejarah SEKOLAH
Pada sekitar tahun delapan puluhan, Pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sehingga di tiap kawedanan dimungkinkan berdirinya SMA Negeri. Adanya peluang tersebut, di Prembun segera dibentuk Panitia Pendiri SMA Negeri.  Personalianya adalah:
1.       Bapak Soemarto
2.       Bapak H.  Tafsirul
3.       Bapak Sardi
4.       Bapak Drs. Bambang Sutedjo (Wedono Prembun)
5.       Bapak Mukson (Camat Prembun)
Usulan pertama yaitu penegerian SMA PEMDA.  Setelah mengalami beberapa kali revisi, maka keluarlah keputusan yang ditunggu-tunggu, yaitu Keputusan Mendikbud Nomor : 0298/ 0/1982 tentang penunjukan wilayah Prembun Kabupaten Kebumen menjadi lokasi UGB SMA Negeri, yang merupakan urutan ke 6 dari seluruh wilayah Jawa Tengah.
Pada Tahun 1982 mulai menerima siswa baru sebanyak 3 kelas (144 siswa).  Pengelolanya diserahkan kepada Kepala SMA Negeri Kebumen (Suhadi, BA).  Sedangkan pelaksana harian oleh Suhadi, BA ditunjuk  Drs.  Marsudi dan Djumiral, BA untuk mengurusi kegiatan pembelajarannya.  Sambil menunggu selesainya pembangunan gedung, maka untuk sementara lokasi SMA Negeri 1 Prembun berada di SMP Negeri 1 Prembun.  Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada waktu sore hari antara pukul. 13.00 -  17.30 WIB.
Usia 10 tahun, bagi sesuatu perkembangan sekolah memiliki arti yang cukup penting, karena ibarat tahapan sebuah pembangunan, maka usia tersebut sudah melewati 2 tahapan pelita, sehingga layak untuk disimak seberapa jauh perubahan serta perkembangan yang telah dicapai dalam kurun waktu satu Dasa Warsa.
Tercatat ketika pertama kali berdiri, SMA Negeri Prembun hanya memiliki 5 tenaga guru non pinjaman, yaitu :
1.       Bapak Kundari Edy Pranoto , BA
2.       Bapak Teguh Supriyadi
3.       Bapak Barkah Raharjo
4.       Ibu Katijah
5.       Bapak Drs.  Margunanto
Setelah satu semester menumpang di SMP Negeri Prembun, maka pada awal bulan Januari 1983, kegiatan pembelajaran dipindahkan ke gedung baru karena lokasi gedung memang sudah selesai.  Sebanyak 9 kelas yang terletak pada 3 lokal bangunan, 1 lokal untuk ruang Guru plus Tata Usaha, 1 lokal untuk ruang keterampilan, 1 lokal ruang Perpustakaan dan 1 lokal untuk Laboratorium mulai ditempati dan dilengkapi sedikit demi sedikit.  Dengan penempatan gedung baru itulah seluruh komponen sekolah mulai berjuang guna mewujudkan suatu kondisi sekolah yang semakin baik seiring dengan berkembang waktu.
Tepat pada tanggal 1 Februari 1983, SMAN Prembun mendapatkan kawat telegram dari Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah  No :  328/103/C. 83 yang isinya menunjuk Bapak Achmad, guru SMA Negeri 1 Magelang untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah, sambil menunggu SK yang resmi.  Melalui SK Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah No : 1682/103/H. 83 maka diadakanlah serah terima jabatan dari Pjs. Kepala Sekolah dalam hal ini  Bapak Suhadi, BA kepada Bapak Achmad, SMA Negeri Prembun mulai dari awal mengisi kegiatan sekolah dengan sarana yang masih sangat terbatas.
Di akhir tahun 1983, beberapa Bapak/ibu guru mulai hadir mengisi kekosongan jam yang selama ini dirangkap oleh guru-guru SMA Negeri Kebumen dan sebagian dari guru-guru SMP Negeri Prembun.  Mereka yang hadir ada yang Wiyata Bhakti, ada yang membawa nota tugas, ada pula yang membawa SK Mutasi dari sekolah lain.  Sebagian perlengkapan juga datang didrop oleh Pemerintah, seperti mesin ketik, sebagian alat-alat Laboratorium, buku-buku perpustakaan serta alat-alat olahraga.  Pada tahun ini siswa juga kian bertambah.
Era Kepemimpinan Sekolah selanjutnya dijabat oleh Drs.  Achmad Chafid, semula adalah guru Matematika SMA Negeri 1 Kebumen.  Beliau secara resmi menjabat sebagai kepala yang ke-2.
Kegiatan pengembangan fisik lingkungan SMA Negeri Prembun terus dilanjutkan, dan masih diprioritaskan pada pengurusan tanah.  Pada awal tahun 1986 dimulai dengan membangun lapangan basket yang sekaligus berfungsi pula sebagai lapangan tenis terletak di sebelah utara lokal perpustakaan.  Bersamaan dengan itu pula SMAN Prembun mendapat dropping  ke-2 tambahan lokal untuk 3 kelas, sehingga akhirnya jumlah kelas bertambah menjadi 14 ruang kelas.  Untuk pertama kalinya di pengembangan lingkungan fisik nampaknya cukup intensif pada tahun tersebut.  Hal ini terbukti pada tahun yang sama dibangun pula ruang kantin dan ruangan kecil (tempat UKS sekarang) yang bersumber dari dana BP3. 
Pembenahan sarana pendidikan adalah dengan datangnya dropping alat-alat laboratorium periode 2, yang meliputi alat-alat Fisika, Kimia, Biologi serta Bumi Antariksa. Droping alat-alat ini cukup menggembirakan, karena selain lengkap juga porsinya tergolong besar, karena dropping ke-2 ini sebenarnya merupakan dropping awal pengisian laboratorium.  Pada bulan April 1986 juga merupakan momentum baru dimana SMAN Prembun memiliki sebuah sambungan telepon’’ engkol’’ baru.  Ini merupakan kemajuan terutama dapat mempersingkat alat komunikasi horizontal antar wilayah.
Awal tahun 1987, lokal gedung dropping sudah selesai dan sudah mulai ditempati.  Kali ini SMA Negeri Prembun membuat trobosan baru 13 unit komputer beserta laboratoriumnya.  Diterbitkan pula majalah sekolah yang kemudian diberi nama majalah “LOGIKA” .
Pada tahun yang sama dibangun tempat parkir sepeda yang terletak di sebelah selatan laboratorium, kemudian perluasan parkir sepeda yang kadang difungsikan sebagai aula jika ada pertemuan atau peringatan hari besar tertentu.  Jumlah awal siswa pada awal tahun 1988 telah mencapai 613 orang dengan penerimaan siswa pertahun sekitar 240 orang.  Jumlah tenaga edukatif juga semakin banyak dengan hadirnya pegawai baru maupun mutasi dengan jumlah kelas mencapai 15 kelas.  Usia SMA Negeri Prembun berdasarkan urutan senioritasnya  adalah nomor 3.  Prestasi demi prestasi diraih sejalan dengan perkembangan waktu.  Tercatat pada akhir tahun ajaran 1986/ 1987 sebanyak 19 siswa  diterima di berbagai PTN, melalui jalur PMDK.
Kemudian pada tahun 1991 diangkatlah Drs. Kasiran Djojoatmodjo menjadi Kepala SMAN Prembun menggantikan Drs Achmad Chafid.  Perkembangan fisik lingkungan sekolah terus menerus bertambah.  Masih ada pada tahun yang sama dibangun 1 lokal bangunan berisi 2 ruangan kelas dan terletak di ujung utara dari kompleks SMAN Prembun untuk mengantisipasi jumlah siswa yang makin bertambah banyak.  Sasaran yang difokuskan dalam perkembangan ini adalah penambahan buku-buku perpustakaan dalam jumlah yang relatif besar, terutama buku-buku teks pelengkap untuk mata pelajaran pada kelas dan jenjang masing-masing.
Perkembangan demi perkembangan telah dicapai selama ini membawa SMAN Prembun ke dalam satu grade tersendiri dalam dunia pendidikan.  Seiring dengan itu pula tercatat dua orang guru senior yang telah ikut membentuk  SMAN Prembun telah diangkat menjadi Kepala SMA, Salim P., BA. diangkat menjadi Kepala Sekolah Negeri yang diperbantukan  di SMA PGRI Prembun, sedangkan satunya lagi adalah Drs. S. Siswadi yang diangkat menjadi Kepala SMAN Pejagoan.  Pada lulusan Tahun Ajaran 1991/ 1992 di antara siswa diterima pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.  Ini suatu prestasi yang membanggakan semua warga SMAN Prembun karena dengan momentum seperti inilah yang akan mengangkat kredibilitas SMAN Prembun dalam jajaran SMA yang prestisius.
READ MORE - Desain Kaos Alumni SMP N 1 Prembun

Selasa, 28 Februari 2012

Sample Design Kaos "SALATIGA 1"


Sample KAOS "SALATIGA"

untuk pemesanan design KAOS lain Contact me :
0838 6701 6531

Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.
READ MORE - Sample Design Kaos "SALATIGA 1"

Sabtu, 25 Februari 2012

Contoh Design Kaos Lembuswana


Dari sisi mitos dan legenda, maka kondisi geografis alam tempat sebuah komunitas bisa melahirkan berbagai cerita. Wilayah Kalimantan memiliki banyak sungai-sungai raksasa dan sangat panjang, misalnya di Kaltim terdapat sungai yang lebarnya ratusan meter, yakni Sungai Mahakam dengan panjang 920 Km melintasi tiga daerah Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, lalu Sungai Kayan mencapai 640 Km di Kabupaten Bulungan.

Khususnya Sungai Mahakam, masyarakat percaya bahwa terdapat seekor ular naga raksasa yang menjaga sungai tersebut. Konon katanya, saking besarnya naga tersebut, disebutkan bahwa kepalanya ada di Kota Tenggarong dan ekornya sampai Kota Samarinda. Sebagai wujud kepercayaan masyarakat tersebut, maka diadakanlah ritual peluncuran Naga Erau di Sungai Mahakam yang disisipkan sebagai salah satu bagian dari rangkaian upacara adat Erau di Kota Tenggarong, Kab Kutai Kartanegara.

Erau adalah upacara adat yang dahulunya dilaksanakan sebagai upacara kerajaan ketika terjadi perpindahan kekuasaan. Namun kini, karena sistem pemerintahan tidak lagi berbentuk kerajaan, maka Erau dilaksanakan sebagai even budaya untuk memperingati HUT Kota Tenggarong, yakni pada tanggal 29 September. Prosesi peluncuran Naga Erau yang terbuat dari kain, bambu serta kayu itu adalah sebagai tanda (simbolis) bahwa akan ditutupnya atau telah selesainya rangkaian pesta budaya Erau. Ritual yang melibatkan tokoh masyarakat dan sultan Kutai itu melambangkan tanda syukur warga setempat yang selama ini telah mendapat limpahan rahmat dari Allah serta permohonan tolak bala agar negeri ini selalu tentram dan damai. Ular Naga Erau tersebut tidak terlepas dari mitologi Kutai tentang sebuah bayi perempuan yang dikawal seekor naga dan dibawa binatang mistis, Lembuswana.
READ MORE - Contoh Design Kaos Lembuswana